• Home
  • Profile
    • Profile
    • Academia
    • ORCID
    • Google Scholar
  • Table of Contents
  • Karya Tulis
    • Artikel Jurnal
    • Buku
    • Artikel Ilmiah Populer'
  • Catatan
    • Kegelisahan Intelektual
    • Forum Ilmiah
  • Studi Islam
    • Fikih
    • Filsafat
    • Sejarah
    • Tafsir
  • Syariah & Hukum
    • Hukum Internasional
    • Hukum Keluarga
    • Hukum Pidana
  • Tentang Blog
Youtube facebook Linkedin instagram twitter Email

Abdul Malik S.R.

 
Puisi karya anis susan yang sedikit tidak menggambarkan kehidupan sosial masyarakat dunia hari ini, terutama kehidupan dunia Arab di bawah perang saudara, peran atas nama ras dan suku, perang dengan mengatasnamakan agama, bagaimana persaudaraaan mulai retak karena tidak lagi mampu menyatukan hati, hati yang diberangus oleh kekuasaan, perbedaan pandangan. Politik yang juga menjadi sumber rendahnya nilai kemanusiaan, bahkan manusia yang tidak tunduk pada kekuasaan, selalu berada di bawah banyang-banyang penindasan

Puisi ini mengunggap dimensi kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan serta bagaimana puisi itu tercipta. Dalam puisi ini, Anis Susan mengajak kita untuk selalu menuju perdamaian, apapun latar belakangnya, siapapun ia, bagaimanapun ia berkuasa, dan dimanapun ia bertugas, maka harus selalu menyebar perdamaian. Puisi tersebut dilatarbelakangi 6 oleh perbedaan ras, ia sebagai kulit hitam, selalu dipinggirkan, dan juga pergolakan politik yang tidak pernah selesai di Tunis, sehingga munculkan puisi Assalamu Alaikum waalaika salam.

Nah dibawah ini terjemah puisi "Assalamualikum" karya Anis Susan dalam video diatas.

سلام عليكم وعلينا سلام سلام إليكم وإلينا سلام
Salam damai atas kalian dan atas kita semua
Salam damai atas kita semua dan atas kalian

سلام علي من رد السلام وسلام حتى علي من لم يرد
Salam damai bagi yang memjawab salamku ini
dan salam bagi yang mengabaikannya

سلام بأسم الرب السلام رب العباد الله الصمد
Salam damai atas nama Tuhan As-Salam
Tuhan dari hamba, Allah tempat bertaut

سلام ترعرعنا فية سلام معجون بأرض هذا البلد
Salam damai yang membimbing kita disana
Salam damai yang menapak lekat di bumi pertiwi ini

سلام ما عدنا نسكن فية سلام ما عاد يسكن فينا
Salam damai bagi kami yang belum bisa kembali berjejak disana
Salam damai bagi orang yang tidak bisa kembali berjejak bersama kami

سلام نراقبة وهو يحزم حقائبة
Salam damai yang kita iringkan; saat dia terkelupas dari bungkusnya

ليهجر رويدا رويدا اراضينا ويحل مكانة تسليم واستسلام لتأسلم لا اسلام فية
Dia bergegas pergi, setapak-demi setapak, menjauh dan raib dari bumi pertiwi terhempaslah ladang kedamaian itu karena kita pasrah, takluk dan tunduk pada yang bukan islam lagi

كأن اسلام أجدادنا ما عاد يعنية
Padahal, islam yang dianut leluhur kita bukan seperti itu!

أتدرون لما يهاجر منا السلام أتدرون لما يعود فينا الظلام
Tahukah kalian, mengapa kedamaian terkulai dari diri kita?
Sementara kedzaliman jutsru amat menguasai dalam diri kita?

ببساطة لاننا مجتمع يخاف نحن مجتمع يخاف الأختلاف
Jadi singkatnya, bukankah ini tanda bahwa kita ini masyarakat penakut!
Ya kita ini masyarakat yang terlampau pengecut pada apapun yang berbeda

كلماتى لن تعجب بعضكم او جلكم او كلكم أعرف
Dengarkan kata-kata saya ini, meski bukan sesuatu yang mengejutkan bagi kalian?
atau sebagian dari generasi kalian, bahkan kalian semuanya?

لكنى سأقولها لأنى رافضا أن اكون من الخراف
Tetapi, betapapun pahit, saya tetap akan berteriak, karena saya berontak untuk dijadikan bagian dari kawanan domba.

نحن مجتمع يرفض الاعتراف أنة مجتمع يعيش التخلف
Sejatinya kita adalah masyarakat yang enggan untuk mengakui bahwa masyarakatnya masih hidup terlampau primitif

نحن مجتمع يصيح بكل صفاقة ويدعى بأنة حامل لفكر مختلف
Buktinya, kita adalah masyarakat yang gemar berteriak dengan lantang dan picik
Tapi kita mengatakan itu hanya perbedaan pendapat semata

نحن مجتمع يهوى التعالي من فراغ ويدعى أنة مجتمع مثقف
Kita adalah masyarakat bedebah yang paling sok, meski hanya omong-kosong
Tapi kita berani mengklaim bahwa kita ini masyarakat berbudaya

يا ويلي ما هذا القرف
Celakah! ini begitu memuakkan, bukan?!

فقبول الاختلاف عندنا ليس إلا خلاف
Maka kitapun menerima perbedaan, meski sejatinya itu hanya ada di kulit luarnya saja!

اختلاف اللون يؤذينا اختلاف الشكل يؤذينا اختلاف الفكر يؤذينا اختلاف الدين يؤذينا حتى اختلاف الجنس يؤذينا

Buktinya, perbedaan warna masih melukai kita
perbedaan pikiran masih melukai kita
Perbedaan agama masih melukai kita
bahkan perbedaan jenis kelamin pun, masih melukai kita

لذا نحاول اغتيال كل اختلاف فينا
Karena itu, mari kita bersama-sama mengenyahkan semua yang beda dalam diri kita

تحولنا لبعضنا سماً زعاف
Kita yang sebagian disini, mari mencoba mencerca kepalsuan itu!

نحن مجتمع احمق من الحمق نعم
Ya, kita adalah masyarakat dungu, yang sedungu-dungunya

نحن مجتمع أحمق من الحمق نتنازع علي
Dan kita adalah masyarakat dungu, yang lebih dungu dari kedunguan itu sendiri

التفاهات والترهات والخرافات ونرفض دوما أن نغوص في العمق
Kita sering sengketa pada hal-hal yang sepele, omong-kosong dan bicara hal-hal yang berbau khurafat, juga selalu menolak menyelami pikiran yang jernih..

ولا أبرئ احداً لا من المدنيين ولا ساسةلا من يستكين لبلادة الصمت ولا من يدعى فينا القداسة
Tak ada seorangpun yang terlepas dari dosa, para cendikiawan maupun politisi, bagi mereka yang menghuni negeri dengan kebebalan yang bisu, karena sesungguhnya tidak ada satu orangpun yang suci

لا من يدفع الغرب كالأعمى ولا من يريد إعادة أمجاد الخلافة والنخاسة وتقطيع الارجل من خلاف
Baik bagi yang menguntit barat seperti orang buta baik bagi yang bereforia demi kembalinya tahta khilafah dan perbudakan dan memenggal kaki hanya karena beda

دعونا اليوم نجرب ان نغوص فينا في أعماقنا دعونا نجرب ان نعانق ارواحنا دعونا نجرب ان نعانق في الارواحى اختلافاتنا

Saya mengajak saat ini juga, mari kita larut dan tenggelam dari kedalaman diri kita
ayo selami jiwa kita dalam-dalam... dan ajaklah jiwa itu untuk memeluk perbedaan-perbedaan kita

هاااا انا امامكم بلونى بشعرى بشعرى بأطوارى بأفكارى
Mari, bangkit! Saya sekarang sudah berdiri di depan kalian dengan perbedaan warna kulit saya, rambut saya, untaian kalimat saya, tubuh saya, dan juga pikiran saya

فأنا لا اخافكم انا لا اخاف اختلافكم عنى لاننى منكم ولأنكم منى
Karena sesungguhnya, saya tak gentar pada kalian. Ya, saya tak gentar pada perbedaan-perbedaan kalian pada diri saya  karena saya adalah bagian dari kalian, dan kalian adalah bagian dari saya

دعونا نخلق فن دعونا نغوص في الحلم لنرسي ثقافة بلا سخافة
Sekarang, biarlah kami berkreasi seni
biarlah kami untuk larut ke dalam mimpi
demi labuhnya peradaban tanpa kedunguan

وان يكون الرقي فينا أسمى خلافة
Supaya budi pekerti dalam diri kita menjadi khilafah paling mulia

دعونا نذوب الأعراف والأجناس والأطياف والأفكار والألوان والأديان ولا نرى سوى الانسان
Ya biarlah kami larut, sampai lebur semua jenis perbedaan, sudut pandang, pikiran, warna-warni, agama-agama, sehingga yang terlihat dari kita tidak lain hanyalah manusia.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Chairman at Representative Board of Nahdlatul Wathan in Egypt. Founder Syekh Zainuddin Institute. Moeslem Scholar, with special interest in islamic law, philosophy, and Literature. Currently studying in Al Azhar University Cairo.

Follow Me

  • Facebook
  • twitter
  • instagram
  • Linkedin
  • Email
  • youtube

Google Scholar

Google Scholar

Postingan Populer

  • Belajar ber-Islam dari Negeri Piramida
  • Cadar Dalam Persfektif Sejarah dan Hukum Islam
  • Assalamualaikum : Sebuah Puisi Karya Anis Susan
  • Menjaga Kewarasan dengan Beragama
  • Isra' Mikraj Nabi Muhammad : Kenyataan atau Khayalan
  • Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

Catatan Harian

Catatan Harian Abdul Malik Edukasi Mahasiswa Nahdlatul Wathan PWK NW MESIR

Akademia

Conference Dunia Kampus Forum Seminar

Studi Islam

Fikih Nahdlatul Wathan PWK NW MESIR Sastra Arab

Blog Archive

Created byThemeXpose