• Home
  • Profile
    • Profile
    • Academia
    • ORCID
    • Google Scholar
  • Table of Contents
  • Karya Tulis
    • Artikel Jurnal
    • Buku
    • Artikel Ilmiah Populer'
  • Catatan
    • Kegelisahan Intelektual
    • Forum Ilmiah
  • Studi Islam
    • Fikih
    • Filsafat
    • Sejarah
    • Tafsir
  • Syariah & Hukum
    • Hukum Internasional
    • Hukum Keluarga
    • Hukum Pidana
  • Tentang Blog
Youtube facebook Linkedin instagram twitter Email

Abdul Malik S.R.



Title : Ummuna Hajjah Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid: Ulama Perempuan dan Transformasi Pendidikan Islam di Lombok-Nusa Tenggara Barat


Journal: Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam | Vol. 3, No. 2, Desember 2023


Ulyan Nasri,1* Abdul Malik Salim Rahmatullah2


1 Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

2 Al-Azhar University Cairo


*Corresponding Author


DOI: https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v3i2.82


Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, terlebih dalam lembaga pendidikan agama. Madrasah atau pesantren hadir di tengah masyarakat sebagai pencetak kader-kader beriman bertakwa seperti ulama, tuan guru ataupun pendakwah. Istilah ulama yang sering kita jumpai mengacu pada mereka yang berjenis kelamin laki-laki, sangat sedikit dari kalangan perempuan yang bisa diakui sebagai ulama. Tidak mudah menelusuri keulamaan perempuan di Indonesia, namun dalam pergerakannya, perempuan telah banyak berkiprah, berkontribusi dalam peradaban, pendidikan dan pemberdayaan seperti yang ditunjukkan oleh Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dalam melanjutkan perjuangan ayahanda tercinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana biografi Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid sekaligus memaparkan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan islam. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa dedikasi Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid sebagai ulama perempuan dalam pendidikan Islam dibuktikan dengan kontribusinya dalam kehidupan sosial masyarakat sasak karena dalam diri beliau terdapat ciri keulamaan berupa kepemilikan ilmu, akhlak, karomah, pengabdiannya di masyarakat melalui perannya dalam melanjutkan perjuangan sang ayah dalam mensyiarkan agama Islam serta organisasi Nahdlatul Wathan, sebagai sosok uswah hasanah dalam kepemimpinannya di pondok pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur


(Unduh disini)

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Gerontokrasi

Dunia politik kita didominasi oleh para politisi sepuh yang kian enggan lengser ke prabon. Mereka enggan memberikan kesempatan regenerasi politik. Kita terjangkit penyakit politik bernama gerontokrasi yang dulu pernah menyerang Prancis pada abad ke-19. Secara sederhana gerontokrasi dapat diartikan sebagai kekuasaan politik yang didominasi dan dikontrol oleh orang-orang lanjut usia. Gerontokrasi baru muncul sebagai kosakata dalam ilmu sosial politik setelah Jean- Jacques Fazy menerbitkan artikel pada sebuah pamflet politik pada 1828.

Tulisan Fazy yang terbit di Paris tersebut berjudul “ On Gerontocracy, or the Abuse of the Wisdom of Old Men in French Government”. Artikel Fazy secara spesifik mengkritisi dinamika politik Prancis yang memicu “Revolusi Juli” pada 1830. Ketika itu, demi stabilitas politik, orang tua mengontrol pemerintahan secara legal dengan menerapkan ambang usia untuk menjadi pejabat publik.

Misalkan, seorang yang akan menjadi deputy minimal harus berusia 40 tahun. Bahkan, hak pilih hanya dimiliki secara eksklusif bagi “orang dewasa” berusia di atas 30 tahun. Walhasil, kekuasaan politik dikangkangi oleh para manula yang pada gilirannya, menurut Fazy, menjadi sumber segala kesusahan dan komplikasi kehidupan di Prancis. Meski kosakata gerontokrasi baru muncul pada abad ke- 19, jauh-jauh hari Plato (427- 347 SM) telah mengamati gejala penuaan dalam proses perpolitikan di zamannya.

Sparta diatur oleh sebuah institusi politik yang disebut gerusia. Anggotanya adalah para manula yang telah menginjak usia 60 tahun dengan masa jabatan seumur hidup. Plato kemudian datang dengan gagasan peremajaan usia anggota gerusia serta pembatasan masa jabat untuk mencegah keterpurukan yang lebih dalam di negeri Sparta.

Politisi Manula

Gerontokrasi yang tinggal menjadi sejarah bagi Prancisdan Yunani kuno justru sekarang menjadi fenomena (relatif) baru di Tanah Air. Lihatlah usia tokoh-tokoh partai politik paling penting. Megawati Soekarnoputri (76 tahun) terpilih menjadi ketua umum PDIP untuk keempat kalinya.

Begitu pula, Prabowo Soebianto (73 tahun) yang dulu “hanya” menjadi ketua Dewan Pembina sekarang merangkap menjadi ketua umum Partai Gerindra. Surya Paloh (71 tahun) memimpin Partai NasDem.

Artinya, dua tahun lagi, pada Pemilu 2024, hitam-putih politik kita akan sangat ditentukan oleh politisi gaek yang berusia sekitar 70 tahun. Ini tentu saja berbeda dengan “generasi perdana” Indonesia. Dulu, Indonesia pernah dipimpin oleh anak-anak muda—meminjam istilah Buya Syafii Maarif yang penuh dedikasi dan mencintai Indonesia dari ubunubun sampai ke ujung kaki. Tanpa para pemuda belia tersebut, hampir mustahil rasanya Indonesia merdeka.

Soekarno dan Hatta masing-masing masih berusia 44 dan 43 tahun ketika menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Jauh hari sebelum kemerdekaan, Soekarno menjadi ketua Partai Nasional Indonesia ketika berusia 26 tahun. Mohammad Hatta menjadi ketua Perhimpunan Indonesia ketika berusia 24 tahun. Begitu pula Sutan Sjahrir berusia 36 tahun ketika diangkat menjadi perdana menteri.

Mohammad Natsir menduduki posisi perdana menteri ketika berusia 42 tahun, setelah sebelumnya menjadi menteri penerangan pada usia 38 tahun. Soeharto bahkan mulai berkuasa di negeri ini ketika ia masih berusia 46 tahun. Sejak saat itulah regenerasi politik mulai stagnan. Apa yang dikhawatirkan Lord Acton (1834- 1902) “ power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely” benar-benar terjadi.

Celakanya, pada era reformasi ini, kebiasaan buruk mengawetkan kekuasaan politik masih saja dicontoh dan dipraktikkan oleh para politisi sepuh yang masih memiliki syahwat berkelindan dengan kekuasaan. Kebalikan dari Indonesia, pemimpin negara-negara sahabat cenderung memberikan ruang kepada generasi yang lebih muda. Partai Buruh di Inggris yang dipimpin oleh Gordon Brown(49) ditumbangkan Partai Konservatif yang diketuai oleh David Cameron (44). Pada2008, Barrack Obama (47) dari Partai Demokrat mengalahkan John McCain (72), politisi senior Partai Republik.

Empat tahun kemudian Obama mengungguli Mitt Romney yang berusia 15 tahun lebih tua. Beberapa tahun lalu Partai Liberal Australia yang dipimpin John Howard (70) terjungkal oleh pemimpin Partai Buruh Kevin Rudd (50), sebelum akhirnya Tony Abbott (50) menggantikan posisi Kevin Rudd hingga saat ini.

Pembeliaan Politik

Pembeliaan usia dalam dunia politik memang tidak serta-merta menjamin kualitas kepemimpinan politik yang lebih baik. Namun, dalam konteks transisi demokrasi, usia dapat berarti demarkasi antara “yang lama” atau “yang baru”. Acap masalah interpersonal antarpolitisi tua pada masa lalu memengaruhi kepentingan khalayak banyak saat sekarang ini. Apalagi terlihat jelas akhir akhi ini bahwa politik gerontokrasi berkelindan dengan pola oligarki di mana hanya segelintir elite di pucuk pimpinan partai yang mengambil keputusan penting bagi rakyat.

Partai politik juga tidak lebih dari sebuah perusahaan terbatas. Pemegang saham mayoritas menjadi komisaris utama yang menentukan arah tujuan dan keputusan partai. Tak ayal, anak, keponakan, dankeluarga besar mendapat jatah sesuai dengan kepemilikan saham di partai. Pembeliaan politik Indonesia bukan sekadar mengganti yang tua dengan yang muda. Pembeliaan juga mensyaratkan lahirnya gagasan dan terobosan baru dalam tatanan politik kita.

Di mata publik, saat ini politik telah telanjur menjadi profesi yang menjengkelkan untuk tidak mengatakan menjijikkan. Otto von Bismarck mungkin benar bahwa politik merupakan the art of possibilities, namun bukan berarti segala tipu daya yang merugikan kepentingan publik absah dilakukan guna meraih target-target politik jangka pendek. Benar pula bahwa tujuan utama politik adalah kekuasaan (power) , tapi politisi muda patut terus mempertanyakan kekuasaan tersebut untuk apa dan siapa?

Benarkah kebijakan dan keputusan politik yang ditelurkan untuk kepentingan rakyat? Sejatinya politik adalah profesi yang mulia. Partai politik, sepertiyangdiungkapkanLipset (1996), merupakan institusi inti (core institution) dalam demokrasi. Lebih jauh Robertson (1970) mengatakan, tidak ada pembicaraan tentang demokrasi saat ini kecuali berbicara tentang (kompetisi) partai politik. Dalam demokrasi modern, melalui partai politiklah aspirasi rakyat diagregasikan, ditawarkan di pemilu, serta diperjuangkan untuk diimplementasikan baik di eksekutif maupun legislatif.

Di ruang-ruang rapat partai politiklah kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak (public policy) diputuskan. Di sinilah pembeliaan politik mesti dimaknai sebagai rekonstruksi moral politik baru yaitu kemampuan partai politik menyerap aspirasi rakyat, mengagregasikan, serta merumuskannya menjadi kebijakan publik yang memihak kepentingan orang banyak.

Kita perlu moral politik baru yang melahirkan kepemimpinan politik yang kukuh dan teguh dalam memperjuangkan aspirasi rakyat yang telah lama menderita. Hanya dengan cara inilah politik yang telanjur dianggap kumuh dapat berubah menjadi misi mulia untuk kebajikan dan kemanusiaan...

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Salah satu klaim yang seringkali diajukan oleh sebagian orang adalah bahwa politik tangan besi diperlukan di Indonesia agar Indonesia akan lebih sejahtera. Menurut mereka, demokrasi tidak bisa memberi makan orang lapar. Ada juga yang mempertanyakan apakah demokrasi itu memang cocok dengan Indonesia? Atau apakah Indonesia akan lebih baik di tangan otoritarianisme?

Berikut adalah argumen saya mengenai isu soal pendekatan mana yang lebih cocok bagi Indonesia? Demokrasi atau otoritarianisme?   

Sebenarnya cita-cita mendirikan negara kesejahteraan adalah barang lama yang sudah dibahas berulang-ulang. Tidak bisa dipungkiri, sebagian anggota masyarakat tentunya memimpikan adanya negara yang kuat yang dapat mengayomi dan menolong orang-orang yang lemah dan terpinggirkan.

Bagi mereka, mungkin demokrasi lebih tepat digunakan ketika masyarakat secara umum sudah makmur. Dan selama kesejahteraan tersebut belum tercapai, kebebasan berpendapat belum terlalu diperlukan. Pengusung gerakan kesejahteraan biasanya akan mengutip contoh kesuksesan di Cina, Singapura atau mungkin juga Malaysia. Di sana kebebasan berpendapat memang tidak terlalu dihargai, yang penting masyarakatnya sejahtera (atau diasumsikan lebih sejahtera dibandingkan dengan Indonesia).

Dengan demikian, keberadaan benevolent dictator, alias diktator yang baik hati itu sah-sah saja sepanjang memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Isu besarnya, apakah ini fakta atau hanya sekedar asumsi belaka? Apakah diktator yang baik hati pasti menghasilkan hasil yang lebih baik dan bermanfaat dibandingkan dengan penggunaan sistem demokrasi?

Apa Kriteria Tercapainya Kesejahteraan Negara?

Sebenarnya, apa kriteria yang diperlukan sehingga negara kesejahteraan dapat berdiri dengan kokoh? Saya mencatat beberapa kriteria yang umumnya dianggap perlu ada bagi cita-cita negara kesejahteraan: kemudahan pengambilan keputusan dalam kehidupan bernegara dan berpolitik; koordinasi yang efisien dan terstruktur antar lapisan birokrasi dan antara pusat dan daerah; birokrasi pemerintahan yang berjalan secara bersih, efisien dan profesional; kebijakan ekonomi yang jelas, tersentralisasi, dan terpadu.

Percaya tidak percaya, kriteria-kriteria di atas mirip dengan kriteria untuk membangun bisnis sukses. Ganti saja keputusan dalam kehidupan bernegara/berpolitik menjadi keputusan bisnis yang memaksimalkan profit, birokrasi diganti menjadi direksi, komisaris dan pegawai, serta kebijakan ekonomi menjadi rancangan anggaran tahunan dan rencana bisnis. Mirip kan? Kata kuncinya ada di efisiensi.

Pendukung otoritarianisme melihat bahwa sistem demokrasi hanya akan menghambat terpenuhinya kriteria-kriteria di atas. Layaknya suatu perusahaan, kenapa tidak biarkan saja direksi, komisaris dan karyawan yang menjalankan kegiatan usaha, sementara rakyat selaku pemegang saham duduk santai dan menikmati hasilnya? Untuk apa masyarakat terlibat aktif dalam pemerintahan dan kehidupan bernegara?
 
Dalam hal ini, sebenarnya ada perbedaan fundamental antara menjalankan perusahaan dengan menjalankan negara. Benar bahwa dalam suatu perusahaan, kegiatan usaha sehari-hari dijalankan oleh direksi dan pegawai dengan pengawasan dari komisaris. Tetapi pemegang saham masih tetap memegang peranan utama sebagai pengendali perusahaan, dalam artian, pemegang saham berhak setiap saat tanpa harus perlu merinci alasannya, mengganti direksi dan komisaris yang menurut mereka tidak kompeten. Selain itu, direksi dan komisaris juga tidak punya kuasa yang besar untuk melawan pemegang saham kalau pemegang saham tidak menginginkan mereka lagi. Mereka harus tunduk pada keputusan tertinggi dari pemegang saham. Dengan demikian, mereka memiliki banyak insentif untuk memastikan bahwa mereka akan menjalankan tugas mereka dengan baik dan berhati-hati dalam pelaksanaan tugasnya tersebut.

Bagaimana dengan negara? Negara yang otoriter umumnya tidak bisa dikendalikan oleh masyarakatnya, bahkan sering kali sebaliknya karena negara tersebut memiliki kekuatan senjata dan modal yang lebih besar. Bahkan dalam sistem demokrasi sekalipun, ada batas jangka waktu minimum dimana keberadaan pemerintahan tidak bisa diganggu gugat (yaitu sampai masa akhir jabatan). Tidak heran kalau mekanisme kontrol dan pemberian insentif terhadap pejabat negara akan sangat berbeda dengan pendekatan dalam perusahaan.

Asumsi-Asumsi yang Perlu Dipenuhi bagi Negara Kesejahteraan

Untuk bisa memastikan bahwa 4 kriteria di atas terpenuhi dalam suatu negara yang otoriter, harus dipastikan bahwa semua atau kebanyakan pejabatnya akan bersikap bersih dan profesional. Tapi pendekatan seperti ini mengasumsikan bahwa pemimpin tertinggi dari negara tersebut memang benar-benar bersih, profesional dan mengutamakan kemakmuran rakyat, serta memiliki sistem pengawasan yang mumpuni dan berkualitas untuk memastikan bahwa semua anak buahnya berada di jalan yang lurus.  Lebih penting lagi, pendekatan ini juga mengasumsikan bahwa kebijakan ekonomi sentralistis yang akan diambil itu sudah tepat dan akan memakmurkan masyarakat.

Pertanyaan pertama, siapa yang bisa menjamin bahwa pemimpin tertinggi pasti baik hati dan lurus? Pertanyaan kedua, siapa yang bisa memastikan bahwa biaya pengawasan atas aparatur negara pasti murah? Apakah anda berpikir bahwa tiba-tiba semua aparatur negara akan menjadi bersih dan profesional hanya karena pemimpin di atasnya berlaku demikian? Jelas sekali bahwa itu belum tentu akan terjadi. Pasti akan diperlukan insentif dalam berbagai bentuk dan insentif itu tidak lah gratis.

Pertanyaan ketiga, siapa yang bisa memastikan bahwa program ekonomi sentralistis itu sudah pasti menguntungkan? Silakan lihat Cina, sebelum beralih ke pendekatan kapitalis, sistem ekonomi yang tersentralisasi di Cina lebih banyak menimbulkan mudarat bagi rakyatnya. Entah berapa banyak rakyatnya yang dulu mati kelaparan karena kebijakan ekonomi yang salah. Butuh waktu lama dari pihak Deng Xiaoping untuk bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada dalam pendekatan ala Maoisme sebelum akhirnya Cina bisa mencapai statusnya saat ini.

Selain itu, faktanya menunjukkan bahwa suatu perusahaan/bisnis akan semakin sulit untuk dikendalikan dengan semakin besarnya perusahaan tersebut, dan biaya koordinasi antar departemen dan pengawasan karyawan juga akan semakin mahal. Hal yang sama juga berlaku dalam konteks negara. Maka kurang tepat misalnya membandingkan Indonesia dengan Singapura dan Malaysia. Singapura adalah negara kota dengan jumlah penduduk yang bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan Jakarta. Malaysia dengan penduduk 1/10 Indonesia yang mengaku multi etnis sebenarnya hanya terdiri atas 3 etnis besar (Melayu, Cina dan India), sehingga memungkinkan sistem politik yang lebih stabil dibandingkan dengan Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan wilayahnya terbagi-bagi dalam banyak pulau.

Perbandingan dengan Cina juga kurang tepat mengingat Cina adalah bangsa yang homogen dan memiliki satu kebudayaan yang sama sejak jaman dahulu kala. Wilayah mereka juga tidak terbagi dalam kepulauan tetapi berbentuk satu daratan yang sangat luas.  Saya jadi teringat presentasi Pak Kuntoro Mangkusubroto bahwa ekonomi negara kepulauan itu berbeda drastis dengan ekonomi bagi negara daratan yang sampai saat ini belum dikaji secara serius.

Perlu pula dicatat bahwa pemimpin-pemimpin tertinggi di Singapura, Malaysia dan Cina bukan dari kalangan militer, tetapi dari kalangan sipil macam pengacara, ekonom, dan pengusaha. Cara berpikir mereka memang dari awalnya cara berpikir pebisnis. Kebijakan ekonomi mereka sangat liberal dan pro investasi (termasuk investasi asing). Sedikit retorika omong kosong macam nasionalisme dan kekayaan alam, banyak bertumpu pada pemikiran bagaimana seharusnya kita dapat mengejar profit sebanyak-banyaknya.

Tidak usah jauh-jauh, ketika Cina memutuskan untuk mengambil jalan kapitalisme dan membuang ide bahwa tanah harus dimiliki secara kolektif, mereka mengadakan pelelangan tanah kepada masyarakat bahkan sebelum konstitusi mereka yang melarang hal tersebut diamandemen. Pola pikir mereka pragmatis. Kalau tidak efisien ya aturan itu disingkirkan.

Bahaya Pemerintahan Tegas Setengah Hati

Permasalahan utamanya, apa iya Indonesia siap untuk mengikuti pola pemikiran di atas? Pro kapitalisme, pro bisnis, pro investasi? Siap kah Indonesia mengikuti sistem dimana yang kuat akan selamat dan yang lemah akan tersingkir dengan sendirinya? Yang saya khawatirkan saat ini justru keberadaan pemerintahan otoriter yang setengah hati. Mengaku otoriter dan tegas, tetapi kebijakan ekonominya belum beranjak dari jaman purba.

Menilik omongan tentang kebocoran serta larinya kekayaan alam Indonesia ke asing, saya khawatir bahwa pemerintahan tegasnya itu tidak akan membawa perubahan drastis yang menguntungkan kita semua.

Penting untuk diperhatikan bahwa di Singapura, Malaysia dan Cina, liberalisme ekonomi dijalankan dengan maksimal sehingga dapat menutupi isu otoritarianisme dalam bidang politik. Kalau negara kita ini nantinya akan otoriter baik dalam bidang ekonomi maupun politik, kemungkinan besar hal itu akan sangat bermasalah. Ibarat kata, ketika kita memilih untuk dikendalikan oleh pemerintahan otoriter/tegas, kita berharap bahwa manfaat yang dihasilkan dari keberadaan pemerintahan otoriter tersebut akan lebih besar dibandingkan dengan biaya yang harus kita keluarkan, termasuk salah satunya kebebasan berpendapat. Apakah kemudian pengorbanan kita sebanding dengan manfaat yang kita harapkan akan diperoleh? Itu pun dengan asumsi kalau memang bisa mendirikan pemerintahan tegas, yang sebagaimana akan saya bahas di bawah ini, kemungkinan besar juga tidak akan tercapai.

Kalau tidak, maka namanya sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Ini namanya rugi besar-besaran. Belum lagi fakta bahwa di masa lalu, pemerintahan tegas di Indonesia sudah gagal menunjukkan hasil yang maksimal. Ya mau bagaimana lagi? Namanya juga untung-untungan. Di Orde Lama, hasil kepemimpinan tegas oleh orang yang tidak paham ekonomi macam Bung Karno menghasilkan inflasi ratusan persen dan rakyat yang kelaparan. Anda bilang demokrasi tidak bisa memberi makan orang lapar? Saya sepakat, begitu pula dengan slogan dan retorika dalam pidato.

Di Orde Baru, kita juga memiliki pemimpin tegas tetapi karena tidak ada sistem check and balance yang baik dan juga karena tidak mau sungguh-sungguh bertumpu pada sistem ekonomi liberal, akhirnya hasilnya juga tidak maksimal. Diktatornya keenakan memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Industri kita lemah karena dari awal tidak kompetitif dan terlalu dilindungi.

Sekarang, sistem ekonomi yang mau diusung dalam pemerintahan yang tegas akan seperti apa? Mengikuti gaya Orde Baru yang sudah gagal macam proteksionisme dan fokus di industri yang sudah ketinggalan jaman macam pertanian (Cina saja sudah semakin meninggalkan bidang pertanian)? Atau ada akan berani bilang dia akan mendukung sistem ekonomi kapitalisme secara tegas?

Apakah Sistem Ketegasan akan Mendukung Terciptanya Negara Kesejahteraan?

Sulit sebenarnya untuk mengukur apakah sistem pemerintahah yang tegas akan efektif karena sedari awal, memang tidak pernah menjelaskan sistem pemerintahan tegas akan dijalankan seperti apa,  dan juga bagaimana sistem pemerintahan yang  tegasnya akan berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi. Sistem Cina bisa berjalan efektif karena Cina hanya memiliki satu partai. Singapura juga hanya ada satu partai yang selalu menang pemilu. Pertanyaannya, implementasi di Indonesia nanti akan seperti apa dengan cukup banyaknya jumlah partai yang ada?

Mau sok tegas, tetapi kebijakan ekonominya tidak jelas, cara menjalankannya pun juga tidak jelas. Mau kompromistis, lalu dimana letak ketegasannya?

Memangnya Apa Masalahnya dengan Demokrasi?   

Terakhir, pertanyaan yang juga tidak pernah bisa dijawab adalah: memangnya apa yang salah dengan menggunakan sistem demokrasi? Apakah sistem demokrasi kita saat ini sebegitu gagalnya sehingga hasil yang kita peroleh tidak maksimal? Apakah tidak dimungkinkan bagi kita untuk mengembangkan ekonomi negara secara maksimal dengan mempertahankan sistem demokrasi? Bagaimana kalau kita menjalankan demokrasi dan pembangunan ekonomi secara bersama-sama?

Saya ingin melihat adanya pemikiran yang lebih mendalam kalau memang demokrasi kita itu menyusahkan kita saja. Saya juga ingin tahu kalau misalnya mengusung gaya kepemimpinan otoriter, bagaimana nantinya akan memastikan bahwa semua aparat pemerintahan akan berada di jalan yang benar dan bagaimana mekanisme pengawasan akan dijalankan. Mengklaim bahwa demokrasi tidak berjalan itu gampang, yang sulit adalah memberikan alternatif lainnya yang diperkirakan akan lebih efisien dan memakmurkan masyarakat.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Pada tanggal Juni 2023 kemarin saya sudah resmi menjadi mahasiswa Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka. Keputusan ini bermula dari keisengan dan rasa bosan. Sudah beberapa bulan terakhir saya merenungi keadaaan pikiran saya yang statis dan demikian tidak berkembang.

Saya merasa ini buah dari keputusan saya beberapa bulan yang lalu, memilih untuk bergabung di PPMI Mesir membuat saya harus banyak mengerjakan kegiatan yang berulang setiap harinya, membuat pikiran kritis menjadi tumpul.

Kuliah di jurusan hukum memang sudah lama menjadi bagian rencana besar saya, jika tuhan mengizinkan saya untuk melanjutkan studi ke jenjang S2, saya akan memilih program LLM sebagai pilihan utama selain jurusan studi agama.

Saya banyak terinspirasi dari beberapa tokoh yang saya kenal belakangan, mereka adalah orang orang memiliki latar belakang S1 syariah yang melanjutkan S2-Nya pada bidang hukum. Sebut saja seperti Prof. Nadirysah Hosen, LL.M., dosen tetap di Monash University Australia, Prof. Alfitri, M. Ag., LL. M., Ph. D. Guru besar di UINSI Samarinda, Zezen Zainal Muttaqien, LLM, SJD., Ketua Program Master Studi Islam di Universitas Islam Internasional Indonesia adalah sebagian dari beberapa tokoh yang menginspirasi saya untuk menekuni ilmu syariah d hukum,

Menurit saya kajian seputar studi islam dan hukum tidak menjenuhkan seperti angapan sebagaian orang, saya menganggap komparasi diantara dua kajian ini terbilang seksi. Selalu menggairahkan untuk teliti dan dikembangkan lebih jauh.

Akhirnya saya hanya berharap apa yang saya lakukan ini tidak hanya sebatas keinginan sementara yang dalam bahasa lombok lumrah di kenal angen sa' sebera'.

Thanks for reading.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Daftar Kampus Terbaik dan Populer di Timur Tengah

Timur Tengah tidak hanya sekadar terkenal dengan sejarah, warisan budaya, dan pemandangannya yang menakjubkan, Negara yang berada di kawasan inu juga menjadi salah satu negara tujuan studi favorit bagi mahasiswa dan pelajar internasional. Kampus-kampus di Timur Tengah menawarkan pendidikan kelas dunia dengan perspektif berbeda.

United Arab Emirates, Arab Saudi, Libanon Mesir dan beberapa kawasan ini telah melakukan investasi besar-besaran untuk memajukan pendidikan di negaranya. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan jumlah pelajar internasional yang melanjutkan pendidikan tingginya di Negaranya.

Sebelum memutuskan untuk menempuh pendidikan di Timur Tengah, tentu para pelajar harus mengetahui banyak informasi.  Baik tentang budaya belajar hingga pilihan-pilihan program studi dan kampus yang ada di sana.

Dari sisi fasilitas kuliah, kampus-kampus di Timur Tengah memiliki banyak keunggulan di bidang riset dalam ilmu agama maupun non-agama. Selain itu suasana lingkungan kampus juga sangat kondusif untuk menumbuhkan budaya riset di kampus.

Kampus-kampus di Timur Tengah juga memberikan peluang kepada mahasiswanya  untuk mempelajari politik maupun budaya mereka secara langsung. 

Apa yang menjadi menarik dari kampus-kampus di Tinur Tengah adalah dari sisi pembiayaan, kampus-kampus di Timur tengah umumnya menawarkan perkuliahan dengan biaya yang relatif terjangkau meskipun banyak kampusnya memiliki reputasi tinggi di Asia bahkan dunia. Bahkan ada banyak juga yang menawarkan bantuan biaya pendidikan berupa beasiswa. Baik secara full maupun sebagian. 

Berikut ini adalah beberapa daftar perguruan tinggi terbaik dan populer di Timur Tengah dikutip dari Quacquarelli Symonds (QS) Arab Region University Rankings. 

1. King Abdulaziz University (Jeddah, Arab Saudi)

2. Qatar Univerity (Doha, Qatar)

3. King Fahd University of Petroleum and Minerals (Dhahran, Arab Saudi)

4. American University of Beirut (Beirut, Libanon)

5. United Arab Emirates University (Al Ain, United Arab Emirates)

6. King Saud University (Riyadh, Arab Saudi)

7. Sultan Qaboos University (Muscat, Oman)

8. American University of Sharjah (Sharjah, United Arab Emirates)

9. Khalifa University of Science and Technology (Abu Dhabi, United Arab Emirates) 

10. University of Jordan (Amman, Jordania)

11. The American University in Cairo (Kairo, Mesir) 

12. Cairo University (Giza, Mesir) 

13. Umm Al-Qura University (Makkah, Saudi Arabia) 

14. Ain Shams University (Kairo, Mesir) 

15. University of Sharjah (United Arab Emirates) 

16. Jordan University of Science & Technology (Irbid, Jordan) 

17. Lebanese American University (Byblos, Libanon) 

18. Lebanese University (Beirut, Libanon) 

19. Saint Joseph University of Beirut (USJ) (Beirut, Libanon) 

20. Zayed University (United Arab Emirates) 

50. Al Azhar University (Kairo, Mesir) 

Itulah beberapa daftar universitas terbaik di kawasan Timur Tengah. Beberapa hal penting yang menjadi cacatan untuk kamu yang berniat melanjutkan studi ke Timur Tengah adalah bahwa Negara di kawasan ini tidak hanya memiliki kualitas pendidikan yang bagus untuk studi Agama tetapi juga tidak kalah bagus dalam studi-studi Non-agama. Kamu tidak hanya bisa belajar Agama tapi juga bisa belajar beragam ilmu non-agamadan lulus dengan pengalaman terbaik. Jadi, apakah kamu sudah memiliki minat menimba ilmu di kawasan semenanjung Arab? Pantau terus informasinya supaya kamu tidak melewatkan informasi pendaftaran dan beasiswa.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

Pada kali ini saya akan berbagi tentang beberapa contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar. Ini akan sangat diperlukan terutama buat kamu yang ingin diterima di perusahaan impian. Ikuti beberapa panduan yang bisa kamu tiru sebagai contoh untuk dapat kamu kembangkan sesuai apa yang di minati HRD.

Setelah kamu menemukan sebuah lowongan yang cocok, langkah selanjutnya adalah membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar. Cara membuat surat lamaran kerja memang terlihat gampang. Akan tetapi, tak sedikit yang mengalami kesulitan mengingat banyak faktor yang harus diperhatikan. Mulai dari format penulisan, tata bahasa hingga isi keseluruhan surat lamaran pekerjaan tersebut.

Cara membuat surat lamaran kerja harus ditulis padat, jelas, dan rinci serta tidak berlebihan. Hal ini penting untuk di lakukan agar surat lamaran kerja yang kamu buat bisa menjadi daya tawar dan dilirik perusahaan.

Nah, berikut ini beberapa contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar yang bisa kamu jadikam acuan.
....
1. Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Bandung, 16 Januari 2022
Perihal: Lamaran Kerja

Yth.
HRD Manager PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
Jl. Malang Melintang No. 9, Bandung
di tempat

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan untuk posisi pemasaran yang saya dapatkan di surat kabar Harian Kompas edisi 22 Januari 2022, dengan ini saya bermaksud melamar pekerjaan sebagai Staf Marketing di PT Metro Healthcare Indonesia Tbk.

Adapun data diri saya adalah sebagai berikut:

Nama                      : Arief Hidayat
Jenis kelamin        : Laki-laki
Tempat/tgl lahir   : Praya, 11 Maret 1992
Alamat           : Jl. TGKH. AbdulMadjid No. 2, Selong.
Pendidikan    : S1 Manajemen, Universitas Indonesia
Telepon/HP          : 08543598789

Saya berpengalaman di posisi Staf Marketing selama 3 tahun, memiliki kemampuan  Bahasa Inggris yang fasih, dan bisa bekerja secara mandiri maupun tim.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan kelengkapan data diri sebagai berikut:

Curriculum Vitae
Foto ukuran 3 x 4
Fotokopi KTP
Daftar Riwayat Hidup
Fotokopi Ijazah terakhir
Fotokopi SKCK
Fotokopi surat pengalaman kerja
Sertifikat

Besar harapan saya untuk dipanggil wawancara sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih rinci mengenai potensi dan kemampuan yang dimiliki.

Demikian surat lamaran kerja ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya. Atas perhatian Bapak/Ibu pimpinan, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,

Arief Hidayat
......
2. Contoh Surat Lamaran Kerja Fresh Graduate

Jakarta, 6 April 2022
Hal: lamaran pekerjaan

Kepada
HRD Manager PT Media Nusantara Citra Tbk
Jl. Batu Kali No. 66, Jakarta
di tempat

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan dari media sosial Instagram PT Maju Mundur yang diunggah pada 1 April 2022 dengan posisi Content Creator, dengan ini saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan dengan posisi tersebut. Berikut data pribadi saya:

Nama                                : Saldi Isra
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, November 1998
Alamat                             : Jalan Cikutra Kidul No.8, Bandung
Pendidikan Terakhir: S1 Sastra Inggris, Universitas Padjajaran
Status                                : Belum Menikah
Telepon:                           : 08572680276
Email                                : saldiisra@gmail.com

Saya adalah pria yang aktif berorganisasi, memiliki keahlian edit video, tulisan, riset, dan memahami SEO. Saya juga dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim.

Berikut dokumen yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan:

Daftar Riwayat Hidup
Fotokopi ijazah S1 dilegalisir
Fotokopi KTP
Fotokopi transkrip nilai
Fotokopi sertifikat kursus dan pelatihan
Pas foto terbaru 3×4
Fotokopi SKCK
Demikianlah surat permohonan pekerjaan ini. Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara untuk menjelaskan secara detail potensi yang saya miliki. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

....
3. Contoh Surat Lamaran Magang

Jakarta, 22 Januari 2022
Perihal: Permohonan Magang

Yth.
HRD PT Trans Corporation
Jl. Kapten P. Tendean Kav 12-14 A, Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta
di tempat

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama: Chairul Tanjung
NIM:  000263692629
Alamat: Jl. Ganesa No.10, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat
Perguruan Tinggi: Universitas Teknologi Bandung
Program Studi: S1 Sistem Komputer

Dengan surat ini, saya bermaksud mengajukan permohonan Kerja Praktik (magang) selama 1 sampai 3 bulan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Selama kuliah, saya mempelajari tentang desain, rancangan konstruksi komputer, dan sistem berbasis komputer sehingga keahlian tersebut dapat menjadi pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan beberapa berkas sebagai berikut:

Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae (CV)
Fotokopi Kartu Mahasiswa
KHS terakhir dengan IPK
Pas foto terbaru ukuran 3×4 2 lembar
SKCK

Demikian surat permohonan ini, besar harapan saya agar Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkannya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

 Hormat saya,

Chairul Tanjung.

Demikianlah beberapa contoh surat lamaran kerja yang bisa teman-teman pergunakan sebagai baham acuan untuk menyusun lamaran kerja kamu. Semoga bermanfaat dan semoga lamar kerja kamu diterima !



Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Contoh Makalah Mahasiswa dan Cara Membuatnya

Untuk rekan-rekan yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi, pasti sangat sering mendapatkan tugas dalam bentuk sebuah makalah. Makalah adalah sebuah karya yang ditulis, memiliki sifat ilmiah dan di dalamnya berisi pembahasan mengenai topik tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makalah diartikan dalam dua hal. Yang pertama didefinisikan sebagai tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Yang kedua didefinisikan sebagai karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Namun, tidak sedikit rekan-rekan mahasiswa yang keliru dalam membuat makalah. Keliru karena kerangka pembahasan yang kurang tepat, tata bahasa yang kurang baik, format halaman yang salah, dan masih banyak lagi. 

Rekan-rekan mahasiswa baru pasti sering mengalami kejadian seperti ini, kan? Tentu sangat ribet untuk merevisi makalahnya ulang. Nah, oleh karena itu pada kesempatan ini kita akan bahas contoh makalah mahasiswa serta gimana cara membuat makalahnya yang benar. Selamat membaca ! 

Ciri-Ciri, Fungsi, dan Jenis Makalah Mahasiswa Lengkap

Sebelum rekan-rekan membuat makalah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu untuk diketahui yaitu; ciri-ciri, fungsi, dan jenis makalah. 

1. Ciri-ciri makalah

Sebuah hasil dari laporan pelaksanaan suatu kegiatan di lapangan mengenai masalah yang muncul.
Mendemonstrasikan pemahaman tentang teori atau kemampuan untuk menerapkan prosedur terkait masalah.
Dapat menunjukkan kemampuan untuk memahami teori atau sumber yang digunakan dalam menyusun sebuah makalah.
Untuk mendemonstrasikan kemampuan yang dimiliki ketika menyusun berbagai sumber informasi untuk menyelesaikan masalah.

2. Fungsi makalah

Untuk melatih kamu agar mampu menyusun karya ilmiah secara benar dan cermat.

Memberikan sumbangan pemikiran baik berupa konsep teoretis maupun konsep praktis.

Memperluas wawasan keilmuan kamu.

Memberikan manfaat bagi perkembangan konsep keilmuan maupun pemecahan masalah.

3. Jenis makalah

Makalah deduktif adalah makalah yang berdasarkan kajian teori yang relevan dengan masalah yang dibahas.

Makalah induktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif dalam hal apa saja yang diperoleh di lapangan tetapi masih relevan dengan pembahasan.

Makalah campuran adalah makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian teori dan data empiris. Bisa dibilang, makalah campuran ini adalah kombinasi antara makalah deduktif dan induktif.

Cara Membuat Contoh Makalah Mahasiswa yang Baik dan Benar

Untuk rekan-rekan yang masih bingung bagaimana cara membuat makalah. Berikut ini cara membuat makalah sederhana yang bisa rekan-rekan terapkan dalam menyelesaikan tugas.

1. Tentukan tema

Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat makalah adalah menentukan tema yang ingin kamu bahas. Kamu harus tahu lebih dulu apa tema yang kamu inginkan dan menarik untuk dibahas. Penentuan tema sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam membuat suatu makalah dan proses pengerjaannya. Jadi, sebisa mungkin kamu memilih tema yang kamu mengerti agar lebih mudah membahasnya.


2. Tentukan judul

Setelah kamu menentukan tema yang akan dibahas, selanjutnya adalah menentukan judul untuk makalah yang dibuat. Buatlah judul yang menarik, spesifik, dan jelas. Ini bertujuan supaya judul makalah kamu dapat mewakili pokok pembahasan pada makalah dan penyusunan makalah hanya fokus pada topik pembahasan tersebut.


3. Kumpulkan bahan referensi

Usahakan rekan-rekan mengumpulkan dulu bahan referensi dan menggunakan referensi dari sumber yang jelas untuk membuat makalah. Kamu bisa dapatkan bahan referensi dari berbagai jenis jurnal, buku, artikel yang ada di internet. Khusus untuk artikel internet, pastikan sumbernya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, ya! Hal ini bertujuan untuk menjaga kredibilitas penulisan makalahmu.


4. Baca referensi makalah dengan tema sejenis

Sebelum kamu memulai penulisan makalah, ada baiknya kamu membaca terlebih dahulu beberapa makalah dari berbagai sumber yang memiliki kesamaan tema denganmu. Hal ini bisa menguntungkanmu untuk mendapatkan gambaran seperti apa penulisan makalahmu nanti. Tapi, kamu harus ingat juga untuk membatasi jumlah makalah yang kamu baca supaya tidak menghilangkan fokus utama pada topik pembahasanmu. Jangan juga kamu jiplak makalah tersebut ya, membaca makalah dengan tema sejenis bertujuan untuk menambah pemahaman kamu tentang tema yang sudah kamu pilih.


5. Menulis makalah secara sistematis

Tulislah makalahmu secara sistematika struktur makalah. Mulailah dari bagian pendahuluan dan selesai di bagian kesimpulan secara jelas. Jangan sampai melenceng dalam penulisan makalah, ya, karena bisa berakibatkan ketidakjelasan topik yang kamu bahas. Manfaatkan referensi yang kamu dapatkan sebelumnya dalam pembuatan makalahmu. Dengan begitu, hasil pembahasan dari makalahmu bisa dipertanggungjawabkan

 

6. Penambahan kutipan

Dalam isi pembahasan makalah, sering kali membutuhkan sebuah kutipan untuk memperkuat data yang kamu dapatkan. Kutipan terdiri dari dua jenis, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah tulisan yang dibuat sama persis dengan aslinya, tanpa diubah sedikitpun. Sedangkan kutipan tidak langsung adalah kamu sebagai penulis makalah memotong bagian tertentu dari sumber dan dicampurkan dengan pendapatmu sendiri.


7. Sunting makalah

Cek dulu makalah rekan-rekan, apakah sudah sesuai dengan struktur makalah yang sudah ada atau belum. Periksa juga setiap tulisannya jangan sampai ada kesalahan dalam pengejaan, tanda baca, dan bahasa yang digunakan.


Struktur dalam Makalah Lengkap

Ada baiknya sebelum membuat makalah, rekan-relan perlu simak lebih dulu seperti apa struktur makalah agar memudahkanmu dalam penyusunannya nanti.

1. Cover

Cover adalah sampul dari makalah yang memuat judul logo, identitas penulis, serta tempat dan tahun terbit. Untuk bagian cover, sebaiknya kamu menggunakan pengaturan rata tengah (center) agar cover terlihat lebih rapi.

2. Kata pengantar

Kata pengantar juga merupakan salah satu bagian yang harus ada di sebuah makalah. Sesuai dengan namanya, kata pengantar berfungsi sebagai pengantar agar pembaca memiliki pandangan umum terhadap makalah yang kamu buat. Ini adalah contoh kata pengantar.

3. Daftar isi

Daftar isi merupakan sebuah halaman yang memuat informasi halaman dari konten makalah yang kamu buat. Untuk memudahkan pembaca dalam menemukan informasi tertentu, kamu harus memberikan keterangan halaman pada setiap bab maupun sub-bab di makalah kamu. Ini adalah contoh dari daftar isi.

4. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan biasanya terdiri atas 3 sub-bab yaitu latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan. Latar belakang harus ditulis dengan jelas dan mudah dimengerti, selain memuat jawaban dari sebuah pertanyaan, latar belakang juga harus memuat data-data atau fakta yang mendukung. Di bagian rumusan masalah, kamu bisa mengisinya dengan beberapa pertanyaan yang nantinya akan kamu jelaskan di bagian pembahasan nanti. Pada tujuan, kamu bisa menuliskannya secara singkat dan menggambarkan secara jelas manfaat dari makalah yang kamu buat. Berikut contoh dari latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan.

5. Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian yang paling penting dari sebuah makalah. Ini adalah bagian yang berisi uraian pokok dari permasalahan yang akan kamu bahas. Bagian pembahasan harus sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan yang telah kamu buat sebelumnya. Biasanya pembahasan mencakup tentang landasan teori uraian materi, solusi dan penyelesaian dari suatu permasalahan.

6. Penutup

Pada bagian penutup biasanya berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisikan tentang ringkasan dari hasil pembahasan makalahmu. Untuk menulis bagian ini, kamu bisa mengambil poin penting pada setiap bagian sebelumnya untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Saran merupakan suatu bagian dalam makalah yang ditujukan untuk si penulis. Saran dapat berisikan harapan kamu sebagai penulis makalah agar makalah yang kamu buat bisa bermanfaat untuk pembaca. Berikut adalah contoh kesimpulan dan saran.

7. Daftar pustaka

Daftar pustaka berisikan daftar referensi yang kamu gunakan dalam penulisan makalah. Referensinya bisa dari buku, jurnal, atau informasi valid yang kamu dapatkan dari internet.


Nah, itu tadi beberapa ulasan dan contoh makalah mahasiswa yang bisa kamu terapkan dalam membuat tugas makalahmu. Saat membuat makalah jangan lupa selalu memperhatikan point point diatas ya ! 

Selain memperhatikan struktur makalah, kamu juga harus memperhatikan tata bahasa dan tanda bacanya juga, serta carilah sumber referensi yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Universitas Al Azhar Kairo Mesir membuka beasiswa bagi siswa jenjang SLTA dari Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.

Beasiswa di Universitas Al Azhar Kairo ini diberikan oleh Universitas Al Azhar melalui seleksi yang diadakan oleh beberapa Instansi seperti Kementrian Agama, Kedutaan Besar Mesir di Indonesia & Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Masa pendaftaran beasiswa Universitas Al Azhar Kairo biasanya di adakan sekali setahun. Siswa yang tertarik kuliah di Universitas Al Azhar Kairo bisa segera melakukan pendaftaran begitu jadwal pendaftaran di rilis oleh masing-masing penyelenggara beasiswa masing-masing instansi penyelenggara ini memiliki kuota terbatas yakni sebanyak 20 untuk Kementrian Agama, 20 untuk Kedutaan Besar Mesir di Indonesia dan 30 untuk PBNU. 

Persyaratan untuk mengikuti seleksi di setiap instansi penyelenggara beasiswa berbeda-beda. Berikut informasi lengkap mengenai ketententuan umum beasiswa Universitas Al Azhar Kairo.

Prosedur dan Persyaratan Seleksi Beasiswa Jalur Kementrian Agama (Kemenag) 

1. Pendaftaran hanya bisa dilakukan oleh lulusan yang memiliki ijazah tiga tahun sebelum seleksi dilaksanakan. 

2. Melakukan pendaftaran melalui website http//diktis.kemenag.go.id, memilih lokasi seleksi ujian dan mengunggah dokumen yang diperlukan sebagaimana berikut:

a. Ijazah dan transkrip nilai untuk lulusan 2021.

b. Surat keterangan lulus bagi lulusan tahun 2022.

c. Pas foto berwarna ukuran 3x4 (tanpa cadar bagi perempuan)

3. Peserta menggunakan email sendiri yang aktif ketika melakukan pendaftaran. Satu email hanya bisa dipakai untuk satu peserta.

4. Peserta memilih perguruan tinggi lokasi seleksi.

5. Pemilihan lokasi seleksi hanya untuk memudahkan koordinasi seluruh penyelenggaraan seleksi di berbagai wilayah di Indonesia.

6. Membayar uang pendaftaran apabila dinyatakan lolos verifikasi berkas Rp 250 ribu.

Beasiswa Universitas Al Azhar Kairo Jalur PBNU Persyaratan pendaftaran

1. Surat Rekomendasi dari Pengasuh Pondok Pesantren.

2. Surat Rekomendasi dari PCNU Setempat.

3. Ijazah Madrasah Aliyah (Negri/Swasta) di lingkungan Kementerian Agama RI 3 Tabun terakhir.

4. Syahdan Tahfidz Hafalan Al-Qur'an (Minimal 2 Juz).

Kuota beasiswa Universitas Al-Azhar Kairo

1. Jurusan Agama 20 Kuota, melipu

a. Syari'ah (3 Putra & 2 Putri)

b. Ushuluddin (3 Putra & 2 Putri)

c. Dirasat Islamiyah (3 Putra & 2 Putri)

d. Bahasa dan Sastra Arab (3 Putra & 2 Putri)

2. Jurusan Umum 10 Kuota, meliputi:

a. Kedokteran (2 Putra & 1 Putri)

b. Teknik (2 Putra & 1 Putri)

c. Bahasa dan Terjemah (2 Putra & 2 Putri)

Jadwal beasiswa Universitas Al-Azhar Kairo

Untuk seleksi Beasiswa Al Azhar Jalur Duta Besar dan Pondok Modern Darusaalam Gontor teman-teman bisa melihat langsung persyaratannya di website resminya. 

Demikian informasi tentang Beasiswa Universitas Al Azhar Kairo Jalur Kemenag, Dubes dan PBNU. 

Bagi siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar Kairo bisa memanfaatkan kesempatan ini dan terus memantau di situs resmi penyelenggara beasiswa.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Kemarin sore saya bersama kawan-kawan Perwakilan Nahdlatul Wathan (PWK NW) Mesir mendiskusikan Muktazilah sebagai bagian penting dalam pembahasan teologi Islam

Sangat menarik, karena kalau kita menelusuri sejarah perkembangan dan pemikiran dalam Islam, terutama dalam bidang teologi Islam kita akan menjumpai dua aliran terbesar yaitu Teologi Liberal (Muktazilah) dan Teologi Tradisional (Ahlussunah Wal Jamaah & Muktazilah) 

Dalam pandangan Teologi Muktazilah bahwa akal memililo kekuatan, dengan meneliti alam semesta akal dapat sampai ke alam abstrak. Al-Qur'an mengajarkan menggunakan akal dan meneliti fenomena-fenomena alam untuk mengetahuai rahasia-rahasia di belakangnya. 

Dengan cara inilah akan sampai kepada kesimpulab bahwa akal sampai pada mengetahui adanya Tuhan, kwajiban mengetahui adanya Tuhan, mengetahui baik dan jahat, kewajiban mengerjakan yang baik dan menjauhi yang jahat. 

Dalam Aliran Mu'tazilah kedudukan akal begitu penting, maka wajarlah jika Mu'tazilah dikenal dengan Teologi Liberal. 

Sedangkan Teologi Tradisional adalah Aliran Teologi yang memberikan kedudukan lemah pada akal, menurut Teologi ini akal tidak mampu untuk mengetahui kewajiban-kewajiban manusia. untuk itu wahyu diperlukan. 

Namun kedua corak Teologi itu (Teologi Liberal dan Teologi Tradisional ) tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam dan bukan kafir. 

Ini karena mereka masih mengetahui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW. adalah utusanNya, lagi pula mereka sama-sama mengetahui bahwasanya Al Qur'an dan Al Hadits kebenarannya Absolut. 

Dalam literatur sejarah sendiri mencatat bahwa Aliran Mu'tazilah yang dikenal kuat menjalankan ajaran Qur'an dan Hadits Nabi SAW. banyak menggunakan akal. Pemakaian akal yang diterapkan 

Mu'tazilah bukan dalam lapangan IPTEK saja, tetapi juga dalam menginterpresatikan wahyu Tuhan dan Sunnah Nabi, sehingga pemikiran keagamaannya bercorak rasional Juga pembahasan tentang dasar-dasar agama buat pertama kali secara filosofis ditangan Mu'tazilah, setelah mereka mempelajari Filsafat Yunani. Timbullah dalam sejarah pemikiran Islam Ilmu Kalam, yaitu ilmu tauhid yang bersifat filosofis.

Ini bukan berarti bahwa rasio dalam pengkajian tentang dasar-dasar agama tanpa batas. Dalam ilmu kalam atau Teologi Islam, para mutakallimin (Ahli Kalam) baik dari kalangan Mu'tazilah maupun dari kalangan lain seperti Ahlussunnah.

Perbedaan yang kuat antara mereka itu adalah; bahwa Mu'tazilah lebih bersifat Liberal dalam arti, berani melepaskan diri 

dari arti lafzi dalam menginterpretaskan Teks Ayat dan Sunnah Nabi SAW. dari pada Teologi Tradisional ( Ahlussunnah ). Dengan kata lain Mu'tazilah banyak memakai arti majasi atau metaforis ayat dari pada Ahlussunnah yang lebih terikat pada arti lafzi ayat. 

Mu'tazilah yang sudah tidak ada kecuali hanya dalam sejarah itu, nampaknya pemikiran-pemikiran Rasionalnya mulai ditimbulkan kembali oleh pemuka-pemuka pembaharuan dalam Islam abad XIX, seperti; Jamaludin Al Afgani, Muhammad Abduh ( Mesir ) dan Muhammad Khan ( India dan Pakistan ). 

Di Indonesia diera modern dan kemajuan IPTEK abad XX sekarang ini, ajaran-ajaran Mu'tazilah yang lebih bersifat rasional 

dan mulai timbul dikalangan umat Islam terutama dikalangan ilmuwan-ilmuwan muslim yang berpendidikan barat.

.... 

Kairo, 13 November 2021. (Catatan acara Monthly Forum : Telaah Teologi Rasional Muktazilah) 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Dalam Al-Quran, Sunnah dan Sirah Nabawiyah kita banyak menemukan keunikan atau bisa kita katakan sebagai keganjilan, atau setidaknya tidak seperti yang biasa kita temui di masa kita.

Salah satu contoh paling dasar adalah hubungan Nabi SAW dan keempat khalifahnya. Rupanya mereka berlima selain sebagai guru dan murid,  terikat juga dalam hubungan mertua dan menantu.

Nabi SAW itu menantu dari dua shahabat utama yaitu Abu Bakar dan Umar. Puteri Abu Bakar dan Puteri Umar, yaitu Aisyah dan Hafshah, keduanya dinikahi dan dipoligami oleh Nabi SAW.

Anehnya, atau lebih tepat kita sebut, uniknya, justru hubungan Abu Bakar dan Umar sangat akrab dan nempel. Padahal kalau pakai ukuran kita hari ini, seharusnya mereka tidak akur dong, kan putri mereka masing-masing dipoligami oleh satu orang yang sama.

Tapi justru keduanya malah tambah akrab. Buat logika dan kebiasaan kita hari ini, jelas unik sekali cara pandang mereka. Dipoligami malah tambah akrab. Hehe

... 

Nabi SAW sendiri secara usia lebih tua dari dua orang mertuanya itu. Disebutkan bahwa Abu Bakar lebih muda dari Nabi SAW 2 tahun, sedangkan Umar lebih muda lagi. 

Membayangkan punya mertua yang lebih muda, buat saya rasanya agak gimana. Apalagi ada orang. bahkan keduanya jadi murid atau bawahan saya. Wah pokoknya rada kikuk gitu deh

Buat kita umumnya, sosok mertua itu umumnya kita posisikan seperti orang tua kita sendiri. Tapi justru mertuanya malah dua tahun lebih muda, posisinya bawahan pula. Dua orang pula. 

... 

Begitu juga hubungan Nabi SAW dengan Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhuma. Keduanya adalah menantu Nabi SAW. 


Utsman malah dua kali jadi mantu. Pertama beliau menikahi puteri Nabi SAW yang bernama Ruqayyah, namun Ruqayyah sakit lalu wafat. Lalu Beliau menikahi adiknya Ruqayyah yang bernama Ummu Kaltsum. Orang bilang inilah yang namanya 'turun ranjang'. 


Makanya Ustman bin Affan digelari Dzun Nurain, orang yang punya dua cahaya. Maksudnya dua puteri Nabi SAW jadi istrinya, tapi dalam kurun yang berbeda. 


Sedangkan Ali bin Abi Thalib menikahi puteri nabi yang lain bernama Fatimah. Pernikahan kedua melahirkan banyak anak keturunan.


Uniknya, salah satu puteri mereka yang masih kecil bernama Ummu Kaltsum ternyata malah dinikahi oleh Umar bin Khattab radhiyallahuanhu. 


Padahal saat itu Umar sudah jadi Khalifah, catatan sejarah menyebutkan tahun kejadiannya pada tahun ke-17 Hijriyah. 


Jadi Umar ini dalam struktur keluarga sebagai mertuanya Nabi SAW, tapi sekaligus Umar juga menantu Ali. Padahal Ali adalah menantu Nabi SAW. Kan muter-muter itu namanya. 


Kalau kita bikin diagram silsilah keluarga, pasti puyeng juga strukturnya. Sebab hubungan pernikahan mereka memang unik, setidaknya kurang lazim dengan kebiasaan kita.

. . 

Apalagi ketika Nabi SAW dan keempat shahabat itu punya jabatan tertinggi dalam struktur kenegaraan di masa itu. Kelima tokoh itu masing-masing adalah kepala negara di masa jabatan masing-masing.


Jadi model kepemimpinan Nabi SAW dan Khulafaur Rasyidin yang selalu kita jadikan rule model sepanjang zaman, ternyata para penerus kepemimpinan kaum muslimin semuanya masih satu tali ikatan keluarga. 


Kalau model kayak gini diterapkan di negeri kita sekarang, bisa-bisa dituduh oleh oposisi sebagai OLIGARKI kekuasaan, nepotisme, atau upaya membangun kerajaan keluarga dan seterusnya. Untungnya di masa itu belum ada oposisi, aktifis demo dan gerakan reformasi. 

 ... 

Pernikahan Politis

Beberapa pernikahan Nabi SAW juga kuat nuansa politisnya. Sebenarnya bukan politis, tapi pertimbangan dimensi dakwah. 

Misalnya ketika Nabi SAW menikahi Ummul mukminin Juwairiyah radhiyallahuanha. Ibunda mukminin ini awalnya adalah tawanan perang yang merupakan puteri kepala suku musyrikin Bani Musthaliq, yang bernama Al-Harits. 

Setelah kaumnya ditaklukkan, Juwairiyah seharusnya jadi budak yang diperjual-belikan di pasar  budak. 

Memang begitulah resiko kalah perang di masa itu, kalau tidak mati dibunuh, dijadikan budak dijual di pasar. 

Budak wanita yang dijual di pasar itu akan dilelang dan akan jadi milik penawar tertinggi. Pembelinya akan memiliki tubuhnya dan sah untuk disetubuhi. Namanya juga budak, memang begitulah aturannya.

Namun Nabi SAW jatuh kasihan kepada Juwairiyah ini. Beliau SAW pun menawarkan kepadanya untuk masuk Islam saja. Ternyata mau masuk Islam. Maka Nabi SAW pun membebaskannya. 

Jadilah Juwairiyah wanita merdeka. Bukan hanya jadi orang merdeka, bahkan kemudian nabi SAW pun mempersuntingnya menjadi istri bergelar Ummul Mukminin.

Menjadi salah satu istri Nabi SAW itu berarti menjadi permaisuri atau ratu, punya kedudukan tinggi, pastinya sangat dihormati dan dimuliakan oleh seluruh kaum muslimin sepanjang sejarah.

Mengetahui puteri kepala suku mereka  diperlakukan dengan sangat terhormat, maka seluruh keluarga besar Bani Musthaliq pun luluh, klepek-klepek dan langsung menyatakan diri masuk Islam. 

Perang bertahun-tahun pun usai, berganti jadi masuk Islamnya seluruh barisan musuh ke dalam Islam. 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Konferensi Ilmiah Internasional Ke-2 Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al Azhar Kairo

Berikut ini adalah catatan Konferensi Ilmiah Internasional Ke-2 Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al Azhar Kairo bertema "Prosfek Syariah dan Hukum Transformasi Digital Antara Realitas dan Harapan" yang diselenggarakan di Al Azhar Confere Center pada tanggal 26-27 Maret 2022.

... 

المؤتمر العلمي الدولي الثاني لكلية الشريعة والقانون باالقاهرة بعنون الآفاق الشرعية والقانونية للتحول الرقمي–الواقع والمأمول

Acara konferensi ini dihadiri juga oleh beberapa pakar hukum Islam dari berbagai Instansi diantaranya Prof. Dr. Hasan Soleh al-Shogir, Prof. Dr. Muhammad Abu Zeyd al Amir, Prof. Dr. Muhammad Shadiq, Prof. Dr. Syauqi Allam dll. 

المحور الأول:  التحـــــــول الرقمـــــي فــــــي فقــه الشريعــــــة ومقـــــــــاصدها.

• التحـــــــول الرقمـــــي فــــــى ضــوء مقاصد الشريعة الإسلامـية.

• التحـــــــول الرقمـــــي فــــــى ضــوء القواعـــــــــــــد الأصوليــــــــة.

• التحـــــــول الرقمـــــي فــــــى ضــوء القواعــــــــــــــد الفقهــــــــية.

• دور الشريعـــــة الإسلاميـــــة في تحقيـــــــق الأمــــــن الرقمــــــي.

• الضوابـــــــــــط الشرعيـــــــــــة للتحــــــــــــــــــــول الرقمـــــــــــــــــي.


المحور الثاني: التحور الرقمي في فقه الأحوال الشخصية:

• الخلوة الإلكترونية وأحكامها

• الطلاق الإلكتروني 

• الرؤية الإلكترونية للمحضون

• الفتاوى الإلكترونية

• الإشهاد الإلكتروني على عقد الزواج

• التحرش الجنسي الإلكتروني

• دور التحول الرقمي في إثبات الجرائم الحَدِّية


المحور الثالث: التحول الرقمي في المعاملات التجارية والاقتصادية

• المعاملات الرقمية في أعمال البورصة

• المعاملات الرقمية في التجارة الإلكترونية

• البيانات الرقمية التجارية

• العملات الرقمية وأثرها على النظام الاقتصادي

• التسويق البنكي الإلكتروني

• رقمنة الشركات التجارية


المحور الرابع: التحول الرقمي في المؤسسات الحكومية:

• التعليم الإلكتروني وحماية بيانات الطلاب

• الكتاب الإلكتروني  وحماية حق المؤلف

• الوظيفة الإلكترونية وحمايتها

• رقمنة المرافق العامة وحمايتها


المحور الخامس: حماية التحول الرقمي وتنميته في ضوء رؤية مصر 2030

• الحماية الشرعية للتحول الرقمي

• الحماية الجنائية للتحول الرقمي

• الحماية المدني للتحول الرقمي

• وسائل تنمية التحول الرقمي

يمكنكم متابعة. البث المباشر. علي صفحة الكلية الرسمية أو عبر المنصة

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Konferensi Ilmiah Internasional Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo

Catatan Muktamar al Ilmi adl dual al Tsalis li Kulliyah Ushuluddin bi unwan 'al Tanmiyah al Mustadamad fi al-Fikr al-Islami"

... 

Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo menyelenggarakan konferensi internasional "at-Tanmiyah al-Mustadamah fi al-Fikr al-Islami" ke-3  pada hari sabtu hingga ahad yang lalu (19-20/03/2022). Konferensi ini sendiri menjadwalkan sesi presentasi para pakar Islam dari beberapa negara kawasan Timur Tengah dan Afrika dari berbagai lembaga riset dan pendidikan dunia.

Konferensi ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting diantaranya Prof. Dr. Mahmud Shadiq (Wakil Rektor Universitas Al Azhar bagian Pendidikan Tinggi & Riset), Prof. Dr. Umar Hasyim(Mantan Rektor Universitas Al Azhar & Anggota Ha'ah Kiba Ulama' Azhar), Prof. Dr. Rajiyah Taha, Prof. Dr. Usamah al-Abd, Prof. Dr. Yusuf Amir, Prof. Dr. Ali Jum'ah, Prof. Dr. Nazir Muhammad Iyad, Prof.Dr. Syauki Allam, Prof. Dr. Al Mahrosowy, Prof. Dr. Muhammad al Duwainy.

Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo, Prof. Dr. Abdillah Muhyi Azzab menuturkan bahwa konferensi internasional kali ini mengambil tema utama ‘at-Tanmiyah al-Mustadamah fi al-Fikr al-Islami’ (terj. Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pemikiran Islam). Beliau menjelaskan bahwa isu ini dibahas karena dianggap penting kemaslahatan dunia dan akhirat. Tema ini selanjutnya dibahas dalam empat sesi diskusi, menghadirkan sejumlah pakar kajian Islam Timur Tengah dan Afrika.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Menjaga Kewarasan dengan Beragama

Setiap orang dalam kehidupannya pasti pernah memiliki problem dan problem yang dihadapi oleh setiap orang tentu sangat bervariasi, tapi umumnya tidak terlepas dari persoalan urusan pemenuhan kebutuhan (baik jasmani maupun ruhani) dari masing-masing individu. 

Setiap orang tentu memiliki keinginan untuk dapat mencukupi kebutuhan (jasmaninya) secara mudah. Berbagai jalan dan usaha dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhannya tersebut. Tidak jarang, walaupun sudah dengan berbagai upaya, tetapi usahanya tersebut belum dapat mewujudkan apa yang diinginkannya. 

Kelelahan, kekesalan, kejenuhan, rasa putus-asa, gundah, dan sebagainya pun bercampur menjadi satu. Semuanya terasa amat sulit, terlebih bila dibarengi dengan problem-problem lain, seperti si doi yang menuntut segera dilamar (ciah..) hasrat ingin membahagiakan orang tua dan cita cita yang masih hanya menjadi mimpi. Semua ini sangat mendukung seseorang mengalami stres, frustasi, bahkan dapat mengakibatkan depresi dan gangguan jiwa.

Stres dan depresi saya kira tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tetapi juga ternyata berbahaya untuk fisik (tubuh), ini karena stres dan depresi secara tidak langsung akan berakibat pada kerusakan fisik. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.

Kasus seorang Ibu rumah tangga di Berebes yang menggorok anaknya karena alasan adanya ketakutan tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi anak-anaknya adalah kasus terbaru yang menunjukkan bagaimana pentingnya menjaga kesehatan mental untuk mengelola stres. 

Di lain sisi, tidak jarang juga orang yang merasa hampa dengan kehidupannya, padahal ia memiliki kemandirian finansial dan kemapanan dalam hidup. Namun, tetap merasa ke-hampaan dalam hidupnya  Hal ini merupakan gambaran kehidupan yang nyata dari sebagian orang di masa sekarang.

Dalam kondisi seperti ini saya beranggapan bahwa peran agama-agama sangat terasa membantu dalam menentramkan kejiwaan seseorang. Tidak hanya Islam saja tetapi ini juga berlaku untuk agama-agama selain Islam. Agama mampu meredam gejolak problem kejiwaan dan berperan sebagai sarana untuk mengatasi frustasi yang dialami seseorang. 

Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Tuhan menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir, dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai macam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan lemah. 

Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia dalam tubuh. Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, penyakit pernafasan. 

Kondisi seperti di atas dapat menimpa siapa saja, terutama bagi orang-orang yang tidak memiliki kedamaian rasa dalam dirinya. 

Dalam hal ini, semua pakar psikologi sepakat bahwa orang yang agresif, pemarah, tidak sabar, khawatir, cemas, dan mudah tersinggung akan memiliki peluang lebih besar terkena penyakit atau gangguan sebagaimana disebutkan di atas. Terlebih dalam kondisi dan perkembangan peradaban saat ini, yang sangat mudah memicu munculnya keadaan seperti diatas. 

Dalam QS. Taha: 124 & QS.Ali Imran :159 Allah swt menunjukkan bahwa dengan beragama, seseorang akan terhindar dari apa yang di istilahkan sebagai kesempitan dan kegelapan (buta). 

Agama memang tidak memberikan pemenuhan kebutuhan secara jasmani, namun agama menawarkan kepuasan rasa (lewat syukur) dan kepasrahan terhadap segala apa yang terjadi. 

Dengan demikian, akan menciptakan kedamaian yang menghindarkan diri dari ketidaknyamanan, kekhawatiran, dan kegundahan jiwa. Intinya dalam kondisi apapun, agama dapat muncul sebagai jawaban atas segala problem manusia dan menjadi penampakan tertinggi yang secara misterius sangat membantu seseorang dalam menemukan kedamaian jiwanya. 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

 

Cara Cek Nilai di Siakad UNW Mataram

Setelah menjalani semester yang panjang, sobat mahasiswa akan dihadapkan dengan nilai masing masing mata kuliah di akhir semester. Nilai ini terdiri dari 5, yaitu A,B,C,D dan yang terburuk E.

Masing masing nilai ini kemudian akan dikalkulasikan sedemikian rupa oleh sistem untuk menentukan Nilai Indeks Prestasi (IP) semester mahasiswa yang bersangkutan. Nilai IP maksimal yang dapat diperoleh adalah 4.0 dengan nilai rata-rata A.

Nah, kembali ke topik utama artikel ini, kali ini saya akan membagikan cara melihat nilai di siakad UNW Mataram siapa tau ada yang tidak tau atau lupa haha.. 

Berikut cara mengecek nilai (KHS) di Siakad UNW Mataram :

1. Masuk ke situs https://siakad.unwmataram.ac.id/ 

2. Isi kolom username dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan kolom password (password default siakad adalah tanggal lahir dengan penulisan terbalik)

3. Pastikan untuk memasukkan kode keamanan capta dengan benar, lalu klik log in. 

4. Arahkan kursor ke tab Kartu Hasil Studi (KHS) Mahasiswa lalu pilih yang ada dalam tabel semester berapa yang ingin di tampilkan. Pilih sesuai tahun dan semester yang akan anda ingin cek nilainya.

Semoga bermanfaat. 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Setelah sholat ashar tadi aku mengikuti ceremonial tahunan peringatan Isra' Mikraj di Masjid Al Azhar. Pada tahun ini acara ini  mengambil tema : Isra' Mikraj : Haqiqatan La Wahm (baca : Isra-Mikraj; Kenyataan Bukan Khayalan). 

Pada acara ini hadir beberapa ulama tokoh sebagai pembicara diantaranya Prof. Dr. Umar Hasyim (Anggota Haiah Kibar Ulama' Al Azhar), Prof. Dr. Abbas Syauman (Mantan Wakil Al Azhar dan Ketua Lembaga Fatwa Al Azhar), Prof. Dr. Habibullah Hasan Ahmad (Guru Besar Aqidah Fakultas Dirosat Islamiyah), Abdul Mun'im Fuad (Penanggung Jawab Umum Kegiatan Pembelajaran Ruwaq Al Azhar). 

Saya ingin memulai catatan ini dengan mengutip ungkapan Prof. Dr. Umar Hasyim yang mengatakan, 

الإسراء والمعراج ربطت بين مرحلتين مهمتين في دعوة الإسلام إعلاءً لكلمة الحق وضيافةً إلهية لنبينا العظيم.

"Isra'-Mikraj menghubungkan dua tahap penting dalam dakwah Islam, yaitu meninggikan kalimat haq (Allah) dan memberikan jamuan Ilahi untuk Nabi Muhammad saw".


...... 

Tulisan ini merupakan catatan dari acara

ملتقى شبهات وردود : الإسراء والمعراج حقيقة لا وهم 

(Terj. Multaqa Syubhat wa Rudud : Isra Mikraj Kenyataan bukan Khayalan) yang di selenggarakan di Masjid Al Azhar pada tanggal 21 Februari 2022.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Abdul Malik Salim Rahmatullah

If you haven’t been to the Cairo International Book Fair yet – held annually at the Nasr City but since 2019 are moved into Egypt International Exhibition Center (EIEC) in El Tagamo’ Al-Khames (Fifth District) in New Cairo during the last week of January and spilling into the first week of February – you should check it out. 

CIBF is the Arab world’s oldest and largest book fair, and in recent years it has drawn over one million visitors each year. The aims of the fair are to provide a large, well-stocked market of books to an Egyptian audience, but you don't have to surprised because of you may also have meet many Malaysian and Indonesian students there were, all carrying bags of recently purchased books for their studies, most likely students from the Al-Azhar university like me. 

This fair are to facilitate cultural exchange and discussion, and ease relations between authors, publishers, and readers, and the fair is just that, complete with plenty of families and a relaxed atmosphere. A visit on your own or with friends is an excellent way to spend a morning, afternoon, or evening.

While there you can wander through the many halls of Egyptian and foreign bookstalls, stop by the guest of honor’s tent to see which country is being featured this year, swing by the Cultural Cafe for some lively discussion and often heated debates, check out signing events and readings by prominent and up-and-coming authors, or take a break at one of the many food stalls/restaurants. 

This is the best and sometimes the only place to get many books that are published outside of Egypt and also a good time to stock up on titles put out by Egyptian publishers (both private and government-run), as most houses offer significant discounts both at their stalls at the fair and at their regular locations in the city. You can visit CIBF’s website for a searchable directory of publishers, a map of the fairgrounds, and a schedule of events. Admission is very reasonable, about 5 L.E for adults. 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Memahami Pelecehan Seksual Dan Cara Menanganinya

Sebagai orang berusaha mengabdi pada ilmu pengetahuan saya berpandangan bahwa buku adalah kebutuhan primer yang harus selalu saya penuhi setiap bulannya. Untuk memenuhi hal ini, paling tidak saya mengunjungi toko buku setidaknya satu kali sebulan jika ada uang lebih.

Siang tadi saya bersama dua kawan saya berniat mencari koleksi buku-buku bagus di American University Cairo (AUC) Book Store yang ada di kawasan Tahrir. Toko buku ini memang tidak terlalu banyak di kunjungi mahasiswa dari kawasan asia, bukan karena koleksinya yang tidak menarik tetapi harganya yang relatif mahal untuk ukuran kantong mahasiswa.

Karena salah satu kawan saya tidak menemukan buku yang dicari, kami akhirnya memutuskan menghadiri Muktamar al Kimah al Tsaniyah Mubadarah Ihna. Sebuah konferensi tinggi dari gerakan anti sexual harassment di Mesir. Ini merupakan konferensi kedua yang sudah di laksanakan.

Saya mengira ngira bahwa kehadiran saya di konferensi merupakan arahan Tuhan, ini karena acara ini cukup relevan mengingat baru-baru ini kasus pelecehan seksual akhir akhir inienjadi topik yang sering di beritakan. Terutama semenjak kasus oknum Ustadz di Bandung yang menghamili 14 santriwatinya. 

Seolah olah tuhan ingin mengatakan ke saya agar melek terhadap fenomena kekerasan seksual yang hanyak terjadi pada belakangan ini.

Dari konferensi ini ada beberapa point penting yang dapat menjadi catatan saya.

Pertama, selama ini banyak yang menyangka bahwa pelecehan seksual hanya sebatas pemerkosaan atau pemaksaan dalam melakukan hubungan intim. Nyatanya, ada banyak jenis perlakukan lain yang masuk ke dalam kategori pelecehan seksual, dan dapat mengakibatkan trauma dan gangguan kesehatan bagi korban.

Pelecehan seksual bisa kita katakan sebagai tindakan yang bernuansa seksual, baik yang disampaikan melalui kontak fisik maupun kontak non-fisik. Di mana tindakan tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Sederhananya adalah perilaku yang berhubungan dengan seks yang tidak diinginkan, yang terjadi secara lisan, tindakan, maupun lewat isyarat.

Kedua, Lalu sebenarnya apa saja perilaku yang termasuk dalam kategori pelecehan seksual?

Pelecehan seksual bisa berupa : pemerkosaan dan percobaan pemerkosaan, emaksaan keinginan seksual yang tidak diinginkan, memegang, menyudutkan, bersender kepada seseorang yang tidak diinginkan, memandang dan melakukan gesture seksual, bercandaan, ejekan, komentar, pertanyaan, pernyataan seksual yang tidak diinginkan, Cat calls, komentar seksual terhadap bentuk tubuh, cara berpakaian, maupun penampilan orang lain. Ekspresi wajah, kedipan mata, throwing kisses atau licking lips juga bisa di katakan pelecehan seksual juga. dsb.

Ketiga, Bahwa pelecehan seksual terjadi pada satu dari tiga wanita di dunia dan pada satu dari enam pria. Dan ini dinormalisasI karena rape culture, victim blaming, kurangnya edukasi menyeluruh akan sexual behavior dan sexual violence. 

Rape culture sendiri adalah sebuah lingkungan di mana pemerkosaan dianggap lazim terjadi dan kekerasan seksual dinormalisasi. Rape culture dilakukan dan dibudayakan lewat pemakaian kata-kata misogynist (yang menyudutkan wanita), objektifikasi tubuh wanita, dan glamorisasi terhadap kekerasan seksual di kehidupan sehari-hari maupun di popular culture.

Diantara beberapa sikap yang termasuk rape culture  adalah : Menyalahkan korban dengan cara meneliti pakaian korban, mental state, motive, dan juga kelakuan korban. Menyepelekan pelecehan seksual ( Ex. Ahh, namanya juga laki-laki. Nafsu mereka memang lebih tinggi). Menolerir pelecehan seksual. Mengartikan "kelaki-lakian“ sebagai dominasi dan memiliki nafsu lebih tinggi ( sexually aggressive ). Mengartikan "kewanitaan“ sebagai penurut dan tidak lebih agresif secara seksual. Beranggapan bahwa hanya wanita "nakal“ lah yang bisa dilecehkan. Mengajarkan wanita supaya tidak dilecehkan dan tidak mengajarkan pria supaya tidak melecehkan

Keempat, sikap ini bisa victim blaming mengenyampingkan korban pelecehan seksual dan membuat mereka makin tidak mau menceritakan dan melaporkan kejadian. Sikap ini juga memperkuat alasan buatan si pelaku pelecehan (Ex. Kejadian ini terjadi karena salah korbannya) Pelecehan seksual bukan kesalahan korban, tetapi hal tersebut adalah pilihan si pelaku untuk tidak melakukannya. 

Kelima, ada beberapa cara agar bisa melawan  rape culture dan victim blaming. Diantaranya adalah : berpikir dan bersikap kritis terhadap bagaimana lingkungan dan media menggambarkan laki-laki, wanita, relationships, dan kekerasan.Tidak menggunakan bahasa yang mengobjektifikasi dan menyudutkan korban. Jika kalian melihat seseorang melakukan bercandaan seksual atau melakukan pelecehan, speak up. Jika seseorang bilang ke kalian bahwa dia dilecehkan, jadikan orang yang memberikan support, beri tahu si korban bahwa apa yang terjadi bukan kesalahan dia dan jangan biarkan si pelaku beralasan konyol terhadap apa yang dia perbuat, seperti menyalahkan korban atau keadaan. Artikan sendiri "kelaki-lakian“ dan "kewanitaan“, terlepas dari stereotip yang ada.

Terakhir, jadilah pengamat yang aktif, karena diam berarti membuat rape culture dan pelecehan seksual terus dianggap lazim di masyarakat.

Kairo, 11 Desember 2021


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Chairman at Representative Board of Nahdlatul Wathan in Egypt. Founder Syekh Zainuddin Institute. Moeslem Scholar, with special interest in islamic law, philosophy, and Literature. Currently studying in Al Azhar University Cairo.

Follow Me

  • Facebook
  • twitter
  • instagram
  • Linkedin
  • Email
  • youtube

Google Scholar

Google Scholar

Postingan Populer

  • Belajar ber-Islam dari Negeri Piramida
  • Cadar Dalam Persfektif Sejarah dan Hukum Islam
  • Assalamualaikum : Sebuah Puisi Karya Anis Susan
  • Menjaga Kewarasan dengan Beragama
  • Isra' Mikraj Nabi Muhammad : Kenyataan atau Khayalan
  • Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

Catatan Harian

Catatan Harian Abdul Malik Edukasi Mahasiswa Nahdlatul Wathan PWK NW MESIR

Akademia

Conference Dunia Kampus Forum Seminar

Studi Islam

Fikih Nahdlatul Wathan PWK NW MESIR Sastra Arab

Blog Archive

Created byThemeXpose